SBY: BOEDIONO TIDAK MEMILIKI KEPENTINGAN BISNIS
Bandung, 15/5/2009 (Kominfo-broadcast) – Calon Presiden asal Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, alasan memilih mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Boediono, sebagai calon wakil presiden karena tidak memiliki kepentingan bisnis dan ekonomi.
"Seorang koordinator menteri yang berpikir utuh, loyal, cermat, tidak grusa-grusu (serampangan) dan jauh dari keinginan duniawi," kata Susilo Bambang Yudhoyono, saat berpidato di acara Deklarasi SBY-Boediono di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (15/5) malam.
Selain itu, Boediono juga dinilai sosok yang keras dalam bekerja dan memiliki tanggung jawab terhadap jabatan yang diemban.
Yudhoyono yakin, bila duet capres-cawapres SBY-Boediono ini sukses memenangkan Pemilu Presiden, maka akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi.
Dalam pidato politiknya Susilo Bambang Yudhoyono juga mengatakan ingin melanjutkan program pemerintah yang selama masa pemerintahan lima tahun terakhir dilaksanakan.
Yudhoyono juga mengatakan ingin menuntaskan pemberantasan korupsi yang telah dimulai. “Pemberantasan korupsi harus makin nyata dan tidak terhenti sehingga korupsi tidak merajalela lagi, korupsi harus diberantas tanpa pandang bulu.”
Sementara itu, calon wakil presiden Boediono mennyatakan bahwa dirinya sadar telah menjadi kontroversi setelah terpilih menjadi pasangan calon presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono.
Kontroversi yang dimaksud Boediono karena merupakan calon wakil presiden yang bukan berasal dari partai politik.
Namun demikian Boediono menyatakan, jika ia terpilih menjadi menjadi wakil presiden periode 2009-2014 ia akan melanjutkan program pemerintahan Yudhoyono yang dianggapnya berhasil
Ia juga menyatakan, pemerintahan nantinya harus berjalan cepat, tepat dan akuntabel. Pemerintah yang berjalan akuntabel itu diperlukan untuk berperan mengontrol ekonomi pasar bebas. (T.Ys/id/Rn/id) |