BOEDIONO : KESEIMBANGAN PASAR DALAM NEGERI DAN EKSPOR PERLU TERUS DIPERHATIKAN
Jakarta, 20/5/2009 (Kominfo Broadcast) - Kandidat calon wakil presiden (cawapres) Boediono, yang akan maju dalam pemilu presiden (pilpres) 2009 mendatang, menyatakan keseimbangan antara pasar dalam negeri dan ekspor perlu terus diperhatikan.
Menurutnya, pengalaman dalam krisis moneter global menunjukkan sekali bahwa Indonesia masih tetap tegar karena pasar domestiknya cukup kuat.
”Keseimbangan antara pasar dalam negeri dan ekspor ini perlu tetap kita perhatikan, jangan sampai kita terlalu banyak mengandalkan pada luar negeri, lalu mengabaikan pasar domestik,” kata Boediono kepada wartawan usai pidato untuk Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu (20/5).
Pemerintah akan berperan sekali terutama dalam masa-masa yang ke arah kebangkitan ekonomi dan peran pemerintah harus lebih besar dituntut dari pada keadaan normal.
Boediono menambahkan apabila nantinya terpilih, pengentasan kemiskinan akan menjadi suatu program yang penting untuk ditangani dalam platform SBY-Boediono.
Ketahanan ekonomi nasional dalam bentuk ekonomi nasional yang kuat itu tetap menjadi sasaran program SBY-Boediono nantinya.
Pengentasan kemiskinan akan menjadi suatu program yang penting, bahkan dalam suasana globalisasi itu tidak bisa dihilangkan sama sekali, ekonomi nasional. ”Dan ini artinya bahwa kita harus memperkuat sendi-sendi yang ada sebagai pilar ekonomi nasional,” ujarnya.
Mengenai angka pengangguran, dikatakannya bahwa angka pengangguran yang terakhir adalah 8,1 persen dari angkatan kerja dan menurun dibanding dengan sebelumnya.
Dia menegaskan, seandainya nati SBY-Boediono bisa terpilih dan seandainya krisis ini tetap berlanjut maka kemungkinan ada peningkatan dari pengangguran itu bisa terjadi.(Az/toeb/Rn/id). |