PRESIDEN CANANGKAN INDONESIA KREATIF 2009
Jakarta, 22/12/2008 (Kominfo Newsroom) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Indonesia Kreatif 2009 pada peringatan Hari Ibu ke-80, dalam suatu acara yang digelar di Jakarta, Senin (22/12), sekaligus mengajak kaum perempuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
”Jika itu dapat dijalankan dengan baik, maka akan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan penghasilan, dan menjadi salah satu solusi untuk menjaga keselamatan perekonomian bangsa,” Presiden dalam sambutannya.
Presiden mendukung kegiatan kaum perempuan dalam deversifikasi pangan, penghematan energi, pengembangan ekonomi kreatif, gerakan taman dan pelihara pohon.
Pada kesempatan itu presiden juga menjelaskan tentang krisis global yang terjadi saat ini, serta memberikan solusi. Sejumlah isu dan krisis fundamental itu adalah krisis lingkugan yang dikenal dengan perubahan iklim, krisis energi, pangan dan keuangan, dan resesi perekomonian global.
Krisis lingkungan terjadi karena ketamakan manusia dalam menggunakan sumber daya alam, kalau saja manusia menggunakan seperlunya maka dunia akan selamat. Akibat krisis lingkungan tersebut antara lain terjadi bencana alam yngg besar, dasyat dan mematikan, sedangkan solusinya adalah mengurangi pemakaian bahan bakar yang berasal dari fosil, serta memelihara hutan untuk menangkap karbondioksida.
Krisis energi beberapa waktu lalu yang menjadikan harga minyak mahal, terjadi karena masyarakat terutama negara maju mengkonsumsi minyak secara besar-besaran dan berakibat permintaan meninggkat dan berdampak pada ekonomi serta merusak lingkungan.
Solusinya, perbanyak sumber-sumber energi yang bersih lingkungan seperti air, angin, surya, dan bahan bakar nabati. ”Dan mari kita menghemat apa saja listik, BBM yang berdampak energi,” kata Presiden.
Sedangkan krisis pangan terjadi karena penduduk semakin banyak, sementara bumi tetap dan tentu kebutuhan penggunaan sumber daya alam akan lebih besar. Kegagalan panen juga terjadi karena perubahan iklim, dan kemunduran produksi komoditas pangan, dan solusinya adalah terus meningkatkan produksi pangan.
Sementara itu, dari krisis keaungan, sistem perekomonian dunia tidak stabil, pemerintah bersama masyarakat global harus memperbaiki tatanan ekonomi global yangg tidak adil, terutama untuk negara berkembang. (Rn/toeb/b/id) |