Monumen tersebut sebagai penghargaan dan mengingatkan kepada masyarakat, bahwa kemerdekaan tidak diberikan secara mudah dan cuma-cuma, tetapi kemerdekaan Indonesia mempunyai tumbal berupa darah dan air mata para pahlawan.
”Jadi monumen itu akan menjadi saksi sejarah dan akan dikenang oleh generasi yang akan datang,” kata Mensos.
Selain itu, monumen tersebut juga sebagai pertanda, perjuangan veteran tidak akan berhenti, dan menjadi pertanda kehendak para veteran untuk senantiasa berjuang tanpa pamrih sejak zaman perintisan kemerdekaan hingga saat ini.
Namun demikian, tentu perjuangan saat ini berbeda konteksnya dengan masa lalu, perjuangan yang dihadapi saat ini bukan melawan penjajah lagi, karena yang harus diperangi adalah kemiskinan dan kebodohan.
Pemerintah sudah mempunyai program yang jelas bagaimana mengatasi kemiskinan, dan pemerintah juga sudah memberikan anggaran yang besar untuk memerangi kebodohan, yaitu hampir Rp 200 triliun untuk bidang pendidikan.
Dengan kerendahan hati pula ia mengajak seluruh veteran untuk tetap berpartisipasi dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Pemerintah memang memberikan bantuan/tunjangan bagi veteran namun tentu sangat terbatas. (T. Gs/toeb/b/Rn/id)