API DI DEPO PLUMPANG BARU BISA DILOKALISIR SENIN SUBUH
Jakarta, 19/1/2009 (Kominfo-Broadcast) - Api pada kebakaran hebat yang menimpa depo minyak milik PT Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara baru bisa dikendalikan hari Senin (pk.04.00) subuh.
Kebakaran yang terjadi Minggu (18/1) malam pk.21.20 pada tangki penampungan premium no.24 itu berawal dari ledakan yang getarannya sampai terasa di perumahan Kelapa Gading.
Api yang segera membesar dan membubung setinggi 100 meter ke udara, membuat warga yang tinggal dekat depo tersebut panik dan berusaha menyelamatkan diri seadanya, sehingga jalan di depan lokasi kebakaran macet total. Kemacetan ini diperburuk oleh banyaknya orang yang ingin melihat dari dekat lokasi kebakaran.
Tiga mobil pemadam kebakaran yang tiba lima menit setelah terjadinya kebakaran, semula tak bisa masuk ke lokasi karena terhalang warga yang memadati jalan di depan Depo Plumpang itu.
Hingga berita ini diturunkan api belum bisa dipadamkan, meskipun Dinas Pemadan Kebakaran DKI Jakarta telah mengerahkan 40 mobil pemadam, 30 diantaranya digunakan untuk menyemprot api di lokasi kebakaran dan 10 lainnya diarahkan ke permukiman penduduk terdekat untuk mencegah merembetnya api.
Freddy Aling, Kepala Operasional Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengatakan, telah dikerahkan 180 petugas pemadam kebakaran di lokasi kebakaran (di dalam Depo) dan mobil kebakaran selain menyemprotkan air, juga busa untuk melokalisir api agar tidak merembet ke tangki sebelahnya.
Menurut perkiraan dia, api baru dapat dipadamkan jika premium dalam tangki sekitar 2.000-2.500 kiloliter sudah habis terbakar. "Mudah-mudahan api sebera diatasi,"
Depo Plumpang menurut Wakil Kepala Komunikasi PT, Pertamina, Anang Rizali Nur merupakan depo terbesar di seluruh Indonesia yang memiliki 25 tangki dengan kapasitas masing-masing 10.000 kiloliter, enam diantaranya tangki penampungan premium. Depo ini melayani SBPU-SBPU, industri dan agen-agen minyak tanah.
Belum diketahui sebab-sebab kebakaran, tetapi pihak berwenang terus menyelidikinya dan konsentrasi sejak kebakaran terjadi menurut Anang, diarahkan pada upaya pemadaman api.
Begitu mendengar Depo Plumpang terjadi, segera saja warga berbondong-bondong menuju SBPU yang ada di Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, karena mereka khawatir akan terjadi kelangkaan premium.
Namun, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro Minggu malam meminta masyarakat jangan terpancing isu kelangkaan premium, sebab pasokan untuk Jabodetabek masih sekitar 60.000 kiloliter, cukup untuk pasokan sepekan ke depan.
Sementara Sekretaris Korporasi Pertamina, Toharso menjelaskan, untuk sementara pasokan premium untuk Jabodetabek akan didatangkan dari Tanjung Gurem, Cikampek, Padalarang dan Banten.
Pakar perminyakan, Kurtubi juga mengatakan, pasokan tidak akan terlalu terganggu karena PT Pertamina memiliki cadangan premium di beberapa tempat seperti Balongan, Banten dan Bandung (Padalarang).
Hanya lalu-lintas pengisian ke mobil-mobil tangki yang akan sedikit terganggu hari Senin, tetapi jika api bisa segera dipadamkan hari berikutnya pasokan akan lancar kembali, ujarnya.
Tentang pemadaman api, dia juga sependapat bahwa kobaran api akan tetap menyala sejanjang premium yang ada di tangki ke-24 belum habis terbakar. "Langkah-langkah yang diambil para petugas pemadam kebaran dengan menyemprot tangki-tangki yang ada di sekitarnya untuk pendinginan, merupakan hal tepat untuk menghindari rembetan api."
"Perlu waktu belasan jam sampai premium dalam tangki habis terbakar," katanya. "Setelah api padam, depo akan segera berfungsi kembali.
Tentang sebab kebakaran menurutnya masih terus diselidiki pihak berwenang. Jika hasil pemeriksaan nanti ternyata ada unsur sabotase, ini merupakan tugas berat pihak berwenang untuk menanganinya. "Mudah-mudahan penyebabnya bukan itu."
Jika penyebabnya faktor kecerobohan, Pertamina harus bertanggung-jawab. "Tetapi saya yakin, pengamanan depo oleh perusahaan ini dilakukan dengan sangat ketat, tidak boleh sembarangan orang masuk."
Sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa, tetapi beberapa ambulans tetap siaga di lokasi kebakaran. (T. id/toeb/Rn/id) |