NEONET SEBAGAI WAHANA INTEGRATOR INFORMASI KEBUMIAN TERPADU
Jakarta, 29/1/2009 (Kominfo-Broadcast) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan program Nusantara Earth Observation Network (NEONet) sebagai wahana integrator data dan informasi kebumian yang sangat diperlukan dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana alam.
“NEONet berguna untuk memantau dan memahami dinamika sistem kebumian Nusantara secara terpadu,” kata Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar, pada peresmian program NEONet, Hydrometeorological Array for Intraseasonal Variations Monsoon Automonitoring (HARIMAU), dan Sistem Informasi Reduksi Resiko Bencana (SIRRMA) di Jakarta, Kamis (29/1).
Kerjasama pemantauan tersebut akan memanfaatkan alat-alat yang sudah ada dan alat baru yang akan diadakan di masa datang.
Pemantauan kebumian dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik, kimia dan bilologi untuk menghadapi tantangan perubahan lingkungan seperti perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan berkurangnya sumberdaya alam dan polusi.
Dengan perkembangan teknologi masa kini akan memudahkan pemantauan kondisi bumi Nusantara secara cepat, terkini (real time) dengan resolusi tinggi. Dengan investasi peralatan pemantau yang cukup mahal saat ini, koneksi dan kolaborasi peralatan pemantauan kebumian adalah ide yang baik untuk melengkapi data/informasi.
Selain itu, dengan tersedianya jumlah data/informasi yang banyak dan lengkap maka akan meningkatkan akurasi model peramalan dan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik.(T. Gs/ toeb/Rn/id) |