|
DEPSOS LAKUKAN STRATEGI PENANGANAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT
Jakarta, 2/2/2009 (Kominfo-Broadcast) – Departemen Sosial telah mengubah sistem penanganan bencana-bencana yang terjadi di daerah melalui strategi penanganan berbasis masyarakat, yaitu menyiapkan tenaga-tenaga andal untuk penanganan bencana alam dari unsur masyarakat melalui pelatihan-pelatihan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di seluruh Indonesia.
Sampai saat ini Depsos sudah berhasil mendidik Tagana sekitar 26.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa karena berkaitan tingkat kerawanannya paling tinggi, kata Kasubdit Tanggap Darurat, Dit. Bantuan Sosial Korban Bencana Alam, Depsos, I Wayan Wirawan di Jakarta, Senin (2/2).
“Jadi kalau terjadi bencana di daerah, para Tagana itu yang tampil bersama unsur-unsur tenaga penanganan bencana lain, misalnya SAR, TNI, dan komponen masyarakat yang sudah terlatih,” kata Wayan Wirawan.
Sementara itu, khusus mengenai bantuan banjir yang terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur, pihaknya belum memperoleh laporan secara rinci dari Dinas Sosial Jawa Tengah maupun Jawa Timur, namun seluruh kepentingan kebutuhan dasar korban bencana telah disiapkan Depsos melalui stok-stok permakanan yang ada di provinsi.
Terkait korban akibat tanah longsor, penanganannya disesuaikan dengan klasifikasi tertentu, misalnya jika korban di bawah 10 orang, penanganannya ditangani kabupaten, apabila korban antara 10–20 orang ditangani provinsi, sedangkan di atas itu ditangani Pemerintah Pusat. (T.Gs/ysoel/b/Rn/id) |
|